Aceh Besar, 30 Januari 2026 – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh pada 28–30 Januari 2026. Kunjungan ini mencakup wilayah Aceh Utara, Aceh Tengah, dan Bener Meriah untuk meninjau sekolah-sekolah yang terdampak banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Langkah ini merupakan wujud kehadiran negara dalam memastikan layanan pendidikan tetap berjalan meski dalam kondisi darurat.
Komitmen Anggaran dan Rehabilitasi Total
Pemerintah menargetkan rehabilitasi sekolah di Aceh Utara selesai sepenuhnya pada tahun 2026. Secara nasional, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp2,4 triliun untuk pemulihan satuan pendidikan terdampak bencana di wilayah Sumatra. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar tidak ada lagi sekolah dengan kondisi bangunan rusak, atap bocor, atau sanitasi yang tidak layak.
Pemerintah juga memastikan bahwa sekolah dengan kerusakan berat akan dibangun ulang, bukan sekadar diperbaiki. Selama proses rehabilitasi berlangsung, pembelajaran tetap berjalan menggunakan kelas darurat dengan dukungan meja, kursi, dan sarana belajar (School Kit) yang memperhatikan standar keamanan.
Data Penanganan Bencana
Hingga 15 Januari 2026, tercatat 171 satuan pendidikan terdampak bencana telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi tahap pertama dengan total nilai Rp274,18 miliar. Rinciannya meliputi:
- SMK: 99 sekolah terverifikasi dengan nilai PKS Rp270 miliar.
- SLB: 15 sekolah terverifikasi dengan nilai PKS Rp3,98 miliar.
- SKB/PKBM: 7 sekolah terverifikasi dengan nilai PKS Rp198 juta.
Peresmian dan Mendikdasmen Mengajar
Dalam kunjungan ini, Mendikdasmen meresmikan revitalisasi satuan pendidikan yang dipusatkan di dua lokasi, yaitu SMA Negeri 1 Baktiya (Aceh Utara) dan SD Negeri 12 Bintang (Aceh Tengah). Di SD Negeri 12 Bintang, peresmian dilakukan secara simbolis untuk 53 satuan pendidikan di Aceh Tengah dan Bener Meriah hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2025.
Selain meresmikan bangunan, Mendikdasmen juga mengajar langsung di dalam kelas di SMAN 1 Baktiya dan SMPN 22 Takengon guna memberikan penguatan semangat serta motivasi belajar kepada siswa. Fokus pemulihan pendidikan tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga pemulihan psikososial (mental) siswa dan guru.+1
Dampak Nyata bagi Sekolah
Kepala SLB Negeri Selinara Angkut, Yusbida, dan Kepala SMA Negeri 1 Timang Gajah, Marhamah, menyampaikan bahwa revitalisasi ini memberikan dampak nyata. Fasilitas yang sebelumnya terbatas dan rusak kini telah berganti menjadi ruang belajar dan laboratorium yang aman, layak, dan fungsional.
Marhamah menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Mendikdasmen atas perhatian pemerintah pusat. Sementara itu, Yusbida berharap program ini terus berlanjut agar semakin banyak sekolah mendapatkan lingkungan belajar yang layak. Percepatan rehabilitasi ini dapat terlaksana berkat sinergi antara Kemendikdasmen, pemerintah daerah, dan Dinas Pendidikan Aceh.




