Siapkan Garda Terdepan Sekolah Tangguh, BGTK Aceh Gelar ToT Fasilitator Kesiapsiagaan Bencana dan Layanan Dukungan Psikososial

Banda Aceh, 17 September 2026 – Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Aceh resmi membuka kegiatan Training of Trainers (ToT) Fasilitator Kesiapsiagaan Bencana dan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Pascabencana bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Kamis (17/9/2026). Berlangsung hingga 20 September 2026 mendatang, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen BGTK Provinsi Aceh sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dalam memperkuat ketahanan ekosistem pendidikan di daerah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap berbagai potensi bencana geologis maupun hidrometeorologis.

Kegiatan ini menghadirkan 180 peserta yang terdiri dari unsur guru dan tenaga kependidikan, akademisi seperti dosen, serta praktisi profesional yang mencakup Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) dan Widyaiswara dari berbagai wilayah di Aceh. Sebagai perpanjangan tangan kementerian di daerah, BGTK Provinsi Aceh mengawal penuh penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan intensif berbobot 32 Jam Pelajaran (JP) ini, dengan menerapkan skema berjenjang (cascading model) guna menyiapkan fondasi awal fasilitator yang kompeten dan berdaya.

Selama empat hari ke depan, BGTK Provinsi Aceh memfasilitasi dua domain pembelajaran utama yang terintegrasi, yaitu kesiapsiagaan bencana dan pemulihan psikososial pascatrauma. Para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai analisis risiko dan kerentanan satuan pendidikan, perumusan Prosedur Operasional Standar (POS) kedaruratan, mekanisme respon krisis, teknik manajemen stres dan stabilisasi emosi, pemberian pertolongan psikologis awal (Psychological First Aid), hingga strategi perancangan pembelajaran darurat yang adaptif.

Untuk menjamin mutu fasilitasi di lapangan, BGTK Provinsi Aceh menerapkan standar pengelolaan kelas yang ketat melalui pendekatan andragogi, simulasi evakuasi mandiri, dan agenda microteaching. Setiap kelas didampingi secara intensif oleh tim pengajar berpengalaman (team teaching), serta dipantau dengan sistem evaluasi komprehensif yang mencakup penilaian sikap, kehadiran, portofolio tugas modul, hingga tes akhir guna memastikan seluruh calon fasilitator memenuhi standar kelulusan resmi yang telah ditetapkan.

Melalui pembekalan ini, para peserta dipersiapkan sebagai fasilitator inti yang nantinya akan mendampingi BGTK Provinsi Aceh dalam memfasilitasi ToT Fasilitator Daerah (Fasda), sebelum program diimbaskan secara masif melalui pelatihan langsung kepada para guru dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan kabupaten/kota. Rantai pembinaan berjenjang ini diarahkan untuk mempercepat pelembagaan budaya sadar bencana, sekaligus memastikan terwujudnya Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang tangguh dan berkelanjutan di seluruh Aceh.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top